R. Vina Fitriana ( 9 Tahun , Bandung-Jawa Barat )

Pembengkakan Kelenjar Air Liur dapat Diatasi

 

Kejadian awalnya saat anak kami yang bernama Vina Fritriana mengeluh karena ada benjolan di lidah bagian bawah. Benjolannya masih kecil, hanya sebesar butiran gula ; ujar Bapak Rony menceritakan kondisi salah satu anaknya. Kejadian itu sekitar bulan Oktober 2007. Selang 3 bulan benjolan itu semakin membesar hingga sebesar biji kedelai, lanjut Bapak Rony. Sebagai orang tua tentu kami sangat kawatir, dan segera membawa Vina ke Rumah Sakit yang berada di Bandung. Dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi untuk mencari tahu apakah benjolan tersebut berbahaya atau tidak untuk Vina. Dan setelah itu dokter menyatakan bahwa benjolan tersebut disebabkan karena adanya penyumbatan pada kelenjar air liur.

Setahun berlalu pasca operasi itu. Tetapi pada bula Oktober 2008 Vina mengeluh lagi, dan ternyata ada benjolan yang tumbuh lagi di bawah lidah Vina. Saya kembali membawa Vina ke Rumah Sakit, dan operasi menjadi jalan keluar untuk penyembuhannya. Atas persetujuan istri kami menunda operasi ini sambil mencari jalan keluar yang lain.

Pada akhir tahun 2009, atas saran dari salah satu keluarga kami memberikan Veni Jeli Gamat dan juga Spirulina Pacifica. Kami memberikan takaran Jeli Gamat sebanyak 3 x 1 sdm dan Spirulina Pacifica sebanyak 3 x 5 tab setiap harinya. Kemajuan dari pemakaian produk ini terasa setelah 5 hari. Vina tidak lagi merasakan sakit saat mengunyah makanan. Padahal sebelumnya saat Vina makan, dia selalu mengeluh dan kesakitan. Dan saya terus melanjutkan memberikan Jeli Gamat dan Spirulina Pacifica ini karena saya sangat optimis Vina bisa Sembuh. Maret 2009 kami mengunjungi dokter untuk memeriksa kondisi Vina. Dan dokter mengatatakan jika penyumbatan kelenjar air liurnya sudah hilang dan tidak perlu dilakukan operasi. Terimakasih Jeli Gamat dan Spirulina Pacifica karena sangat bermanfaat untuk kami.

Amalia ( 55 Tahun , Bogor, Jawa Barat )

Jangan Menyerah pada Kanker Payudara



Ibu saya (almarhum) terlebih dahulu terkena Kanker Payudara pada tahun 1997, dan ketika itu dokter menyarankan kepada kami yang kebetulan 5 bersaudara perempuan semua untuk melakukan mamografi secara teratur. Semenjak itu, mulai tahun 1997 saya rutin melakukan memografi karena saran dokter tersebut. Karena kesibukan saya, pada tahun 2003 sampai Oktober 2005 saya tidak melakukan mamografi. Saat itu tidak ada keluhan apapun yang saya rasakan. Dan tidak ada perubahan juga dalam payudara saya jika dilihat dengan mata.


Namun ternyata dokter berkata lain saat itu. Menurut dokter ada benjolan pada payudara saya, sehingga perlu dilakukan biopsy untuk mengetahui apakah Kanker yang saya idap termasuk dalam kategori Kanker jinak atau ganas. Rujukan untuk biopsi ke Rumah Sakit Dharmais Jakarta saya lakukan. Menurut dokter onkologi, hasil biopsi menunjukkan jika saya mengidap Kanker ganas pada tingkat stadium awal. Dan penyebaran Kanker tersebut sudah mencapai ketiak. Jika diatasi dengan cepat makan prosentase saya bisa pulih juga semakin besar, begitulah menurut dokter yang menangani saya.


Dengan dukungan keluarga yang sangat kuat, akhirnya saya menjalani operasi pada tanggal 29 November 2005. Bagi penderita Kanker menjalani pengobatan lanjutan adalah perjalanan panjang yang penuh dengan perjuangan. Selesai dari meja operasi bukan berarti selesai dalam pengobatan. Karena setelah itu sudah menanti beberapa pengobatan lanjutan yang harus dilakukan seperti 6 kali kemoterapi dan 25 kali radioterapi. Dan hal tersebut tidak boleh terputus selama masa pengobatan. Banyak efek yang terjadi sehabis kemoterapi, seperti rambut yang rontok, badan yang ringkih, nafsu makan hilang dan lain sebagainya.


Meskipun efek dari kemoterapi sangat luar bisa, tetapi asupan gizi dan antioksidan yang saya dapat dari Jeli Gamat dan Spirulina Pacifica sangat berpengaruh bagi tubuh ini. Secara bertahap tubuh ini semakin membaik dan tidak lemas lagi. Dan hasilnya tidak sia-sia karena hasil memografi setelah itu menunjukkan tidak adanya pertumbuhan sel kanker. Dan sekarang Jeli Gamat dan Spirulina Pacifica menjadi makanan kesehatan bagi keluarga.

Domey Pandoyu ( 66 Tahun , Makasar â Sulawesi Selatan )

Mengatasi Kanker Pankreas dengan Produk Gamat


Saat itu malam hari, tepatnya di bulan Juni 2008 keringat saya mengucur dengan derasnya, bahkan kepala dan badan saya sampai basah karena keringat tersebut ; tutur Ibu Domey kelahiran Poso yang sudah menetap di daerah Makasar. Karena kondisi saya yang semakin melemah, akhirnya malam itu juga saya langsung dibawa ke salah satu Rumah Sakit yang ada di Makasar. Akhirnya saya dirawat di Rumah Sakit tersebut, tetapi selama masa perawatan saya tidak mengetahui penyakit apa yang saya derita. Bahkan obat-obat yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit tidak kunjung meredakan dan menghilangkan penyakit saya. Dan keadaan saya tidak kunjung membaik. Akhirnya keluarga memutuskan untuk mengeluarkan saya dari Rumah Sakit dan merawat saya di rumah. Hal tersebut dibarengi dengan memberikan beberapa vitamin yang harus saya konsumsi. Saat di rumah ternyata kondisi bukannya membaik malah semakin menurun. Tidak ada nafsu makan membuat berat badan saya turun secara drastis hingga seberat 35kg. Selain itu saya juga mengalami susah tidur saat malam hari. Alhasil badan saya menjadi semakin lemah. Hingga pada akhirnya saya mengetahui jika saya mengidap penyakit Kanker Pankreas stadium awal.


Pada bulan Januari 2009 saat ada acara pertemuan keluarga, salah seorang saudara saya mengetahui keadaan saya dan memberikan produk dari Luxor untuk dikonsumsi. Karena menurut dia tidak ada salahnya jika saya mencoba untuk sembuh melalui produk tersebut. Waktu itu saudara saya memberikan satu paket excel pack yang berisikan Jeli Gamat, Spirulina Pacifica, Ex-tar C Plus, Vitaluxor dan juga ditambah Milk Thistle. Saya mengkonsumsi produk tersebut sejak tanggal 25 Januari 2009. Waktu terus berjalan, hingga 2 bulan setelah itu kondisi saya semakin membaik. Berat badan saya juga sudah mulai naik secara bertahap. Bukan itu saja, dulu saat malam saya susah untuk tidur sekarang tiap malam saya sudah bisa tidur dengan lelap. Kini badan saya sudah semakin membaik dan berisi. Kesehatan saya juda sudah membaik. Terimakasih Luxor.

Maria Prihartanti ( 32 Tahun , Jakarta )

Tuntaskan Kista Menggunakan Produk Gamat



Pada akhir tahun 2006 saat saya haid saya merasakan sakit yang sangat luar biasa ; tutur Maria Prihartanti mengingat kejadian lalu dan saat itu dia hampir kehilangan nyawanya. Saat haid beberapa bulan lalu juga merasakan sakit yang tidak wajar karena sangat sakit yang luar biasa. Dan akhirnya saya memeriksakan ke dokter, hasilnya adalah saya terkena Kista coklat yang bersarang pada uterus. Kista coklat itu berisi darah dan sudah mempunyai panjang sekitar 7 cm. Dan bukan itu saja, masih ada Kista coklat lain yang bersarang dengan ukuran yang lebih kecil. Saran dokter saat itu adalah segera melakukan operasi, karena jika didiamkan hal itu dapat berdampak buruk bagi saya dan dapat membahayakan nyawa saya. Tetapi saya menunda operasi tersebut. Berselang 3 bulan, keadaan saya tidak makin membaik hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti saran dokter yaitu melakukan operasi.


Pada bulan Februari 2007 satu bulan sebelum operasi dilakukan saya bertemu dengan saudara saya. Disini saudara saya memberikan Jeli Gamat dan Spirulina Pacifica kepada saya. Harapannya tentu saja produk ini bisa membantu dan meringankan penyakit yang saya derita. Waktu itu saya mengkonsumsi Jeli Gamat 2 x 2 sdm/hr dan mengkonsumsi Spirulina Pacifika 2 x 10 tab/hr. Saya tidak mengkonsumsi obat apapun selain Jeli Gamat dan Spirulina Pacifica tersebut. Tanpa terasa satu bulan berlalu, hari untuk melakukan operasi tinggal sehari lagi. Siang harinya saya melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk juga melakukan USG ulang. Hasil dari USG tersebut sangat mencengangkan, karena di USG itu terlihat jika Kista coklat yang berukuran 7 cm tersebut telah hilang. Tetapi waktu itu saya masih di Rumah Sakit. Keesokan harinya saat jadwal operasi tiba, dokter kembali melakukan pemeriksaan ulang, dan ternyata semua Kista sudah hilang dari tubuh saya. Hari itu juga saya diperbolehkan pulang, dan rencana untuk melakukan operasi batal. Hingga kini saya tetap sehat dan dapat bekerja dengan baik. Tidak ada lagi gangguan nyeri atau sakit yang diakibatkan oleh Kista tersebut. Terimakasih!

Hariyati ( 31 Tahun , Pati, Jawa Tengah )

Gagal Ginjal Bisa Sembuh dengan Produk Gamat



Karena penyakit gagal ginjal yang saya derita, dokter menyarankan saya untuk melakukan cuci darah karena memang ginjal saya sudah tidak berfungsi dengan baik ; tutur Ibu Haryati yang berasal dari Tombokreno Pati Jawa Tengah. Cuci darah merupakan pilihan yang sulit, karena selain biaya untuk cuci darah yang tidak sedikit kebanyakan orang yang melakukan cuci darah tidak hanya sekali tapi bisa berlanjut dan berlangsung seumur hidup. Dari pemeriksaan laboratorium pada tanggal 19 Mei 2009 sudah bisa dipastikan jika ginjal saya sudah mengalami kerusakan.


Selain itu kadar Asam Urat mencapai angka 12mg/dl dimana jika normal kadarnya diangka 6mg/dl. Dua kali lipat dari keadaan normal. Karena keadaan dan tidak ada uang, jadi waktu itu akhirnya diputuskan untuk pulang tanpa membeli obat satupun dari Rumah Sakit. Bahkan rujukan untuk melakukan cuci darah pun tidak dilakukan.


Keajaiban kesembuhan bisa diterima siapa saja, tidak terkecuali saya. Melalui seorang teman saya bisa mengkonsumsi Jeli Gamat dan Spirulina Pacifica untuk diminum setiap hari. Dosis yang saya minum 2 x 1 sdm/hr untuk Jeli Gamat dan 2 x 5 tab/hr untuk Spirulina Pacifica. Hal tersebut saya lakukan sampai 3 bulan tanpa henti. Saya hanya mengkonsumsi produk dari Gamat saja tanpa dibarengi obat lain. Pada tanggal 11 April 2009 saya kembali melakukan pemeriksaan ulang di Rumah Sakit. Dan dokter mengatakan jika terjadi perbaikan dari fungsi ginjal dan menuju ke kondisi sehat atau normal. Sungguh Luar biasa!